Bayi Tidur Tengkurap, Apakah Aman?

Artikel Terkait

Bayi tidur tengkurap seringkali menyebabkan kekhawatiran bagi para orang tua, dan mungkin juga termasuk Anda. Sebenarnya, amakah jika bayi tidur secara tengkurap? Jika memang aman, kapankah bayi boleh melakukan tidur seperti ini? Simak artikel berikut ini untuk menemukan jawabannya.

Posisi Tidur Paling Baik bagi Bayi

Menurut para ahli, posisi tidur paling baik untuk bayi berusia hingga 12 bulan atau satu tahun adalah telentang. Kemungkinan bayi tersedak atau menelan muntah, yang banyak dikhawatirkan orang tua jika menidurkan bayi dalam posisi telentang, sangat tidak beralasan. Sebab, menurut organisasi kesehatan anak dari Amerika, risiko tersebut tidak mengalami peningkatan dengan menidurkan bayi secara telentang.

Dengan kata lain, tidak ada korelasi antara tidur telentang dengan tersedak. Kekhawatiran kemungkinan terjadinya kebotakan di bagian belakan kepala juga tidak beralasan. Memang benar, pertumbuhan rambut tepat di bagian yang sering terkena bantal akan terhambat. Namun, hal ini bisa diatasi dengan sering mengajak bermain bayi dalam posisi tengkurap, namun tentunya dalam pengawasan orang tua.

Selain tidur tengkurap, tidur dengan posisi miring juga tidak dianjurkan untuk bayi berusia hingga 12 bulan. Sebab, kemungkinan bayi merubah posisi dari miring menjadi tengkurap cukup besar.

Kapan Bayi Boleh Tidur Tengkurap?

Tidur dengan posisi tengkurap memang dianggap menenangkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, posisi tersebut ternyata sangat berbahaya untuk usia tertentu, yaitu 1–4 bulan. Pada usia ini, bayi akan rentan mengalami sindrom bayi hingga meninggal secara mendadak. Hal ini disebabkan adanya gangguan pernapasan akibat tidur tengkurap.

Pada saat tengkurap, rahang bayi menjadi tertekan sehingga mempersempit saluran pernapasan. Selain itu, pada saat tengkurap, bayi akan menghirup kembali karbondioksida yang sudah dikeluarkan sebab sempitnya ruang antara hidung dan udara bebas. Akibatnya, kadar oksigen dalam tubuh bayi menjadi menurun, sedangkan karbondioksida meningkat.

Namun begitu, seiring dengan bertambahnya usia bayi dan perkembangan motoriknya, risiko ini menjadi berkurang. Sehingga, pada usia lima bulan, bayi diperbolehkan jika tidur secara tengkurap. Pada usia ini, bayi sudah bergerak ke depan, belakang, atau berguling sehingga terhindarkan risiko meninggal secara mendadak.

Keuntungan Bayi Tidur Tengkurap

Menurut penelitian, bayi yang baru lahir jangan dibiarkan untuk mudah terkejut. Sebab, hal ini bisa menyebabkan perkembangan yang tidak bagus untuk stimulasi otaknya. Akibatnya, pada jaman dahulu, banyak orang yang kemudian membebat badan bayi (dibedong) untuk menenangkannya agar tidak mudah terkejut dan menggetarkan tangannya.

Saat ini, metode tersebut sudah berubah. Untuk mencegah bayi agar tidak mudah terkejut, seringlah untuk menengkurapkan bayi pada posisi setelah puput pusar. Tentu saja hal ini bisa dilakukan setelah bayi berusia 5 bulan. Ada beberapa keuntungan seorang bayi tidur tengkurap, yaitu:

– Proses pembentukan tengkorak bayi menjadi lancar.
– Menguatkan otot leher sehingga mempunyai tenaga untuk mengangkat kepalanya.
– Menghilangkan refleks moro.
– Membantu pertumbuhan anak agar lebih kuat.

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Terpopuler

Terbaru